Di bawah langit hitam yang luas
bangunan putih itu berdiri teguh
menjadi saksi bisu berjalannya zaman
menyimpan rahasia dari ratusan cerita
tentang rakyat, tentang negeri
tentang perjalanan panjang menuju kemerdekaan sejati
Lampu-lampu hangat menari di kulit temboknya
membelai setiap lekuk arsitektur Eropa yang anggun
menghidupkan kembali memori masa kolonial
namun kini, ia berdiri untuk Indonesia
menjadi simbol kekuatan dan kemandirian ekonomi bangsa
Di puncak menara, atap merah menyala
menyapa bintang-bintang yang malu-malu
seolah berkata
Aku tak pernah lelah menjaga
aku tak pernah lupa pada sejarah
Jendelanya seperti mata yang awas
mengintip masa lalu
memandang masa depan
mengukur denyut kota yang sibuk
menyimpan kesungguhan di balik setiap tirai
Pintu lengkungnya terbuka untuk asa
mengundang langkah-langkah yang membawa harapan
mengalirkan napas baru ke nadi ekonomi negeri
dan di antara dinding-dinding kokoh itu
suara masa lalu bergema lembut
tentang kerja keras, tentang janji kemerdekaan
tentang bangsa yang belajar berdiri di atas kaki sendiri
Malam ini, Bank Indonesia bukan sekadar gedung
ia adalah monumen tekad
puisi yang ditulis dengan cahaya dan bayangan
lukisan yang dilahirkan oleh arsitek
namun dihidupkan oleh semangat seluruh rakyat
Selama bintang masih berkilau di atasnya
dan langkah manusia masih melintasinya
ia akan terus berdiri
menjadi saksi, penjaga
dan pengingat bahwa negeri ini
pernah berjuang, dan akan selalu berjuang
untuk masa depan yang lebih gemilang