Buka Suara di Sidang, Nikita: Saya Bukan Penjahat!

Setelah sempat diam selama berbulan-bulan, akhirnya Nikita Mirzani buka suara soal kasus hukum yang menimpanya. Pada Selasa, 24 Juni 2025, ia menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di sidang itu, Nikita didakwa telah memeras dr. Reza Gladys, pemilik brand skincare Glafidsya, dengan total uang yang disebut-sebut mencapai Rp4 miliar. Nggak cuma itu, dia juga dijerat dengan tuduhan pencucian uang. Tapi Nikita nggak tinggal diam—dia datang ke pengadilan dengan rompi tahanan, tangan diborgol, tapi tetap tampil tenang dan percaya diri.

Di depan wartawan, Nikita sempat emosi. Ia merasa tuduhan itu ngaco dan nggak masuk akal. Katanya, uang yang ia terima dari pihak dr. Reza itu diberikan secara sukarela, bukan karena ada paksaan. Bahkan menurut dia, BAP atau Berita Acara Pemeriksaan dari pihak pelapor sempat diubah sampai tiga atau empat kali. Hal ini membuatnya curiga, jangan-jangan memang ada yang janggal atau sengaja diatur-atur.

Kasus ini sendiri sebenarnya bermula dari kritik Nikita dan beberapa akun TikTok terhadap produk skincare Glafidsya, yang dituding mengandung bahan berbahaya dan overclaim—bahkan disebut bisa menyebabkan kanker kulit. Setelah itu, muncul dugaan bahwa Nikita meminta uang agar berhenti membahas produk itu di media sosial. Tapi Nikita membantah keras hal tersebut. Dia bilang, dia hanya menyuarakan keresahan masyarakat dan nggak pernah minta uang dalam bentuk ancaman.

Setelah sidang selesai, Nikita sempat berteriak kesal ke petugas kejaksaan. “Gue bukan pembunuh, gue nggak kabur!” katanya lantang, merasa diperlakukan tidak adil karena diborgol dan dilarang berbicara ke media. Ia merasa diposisikan seolah-olah pelaku kriminal besar, padahal menurutnya justru ia yang sedang dikriminalisasi.

Saat ini, Nikita dan tim hukumnya sedang menyiapkan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa. Ia mengaku siap menjalani semua proses hukum, tapi berharap pengadilan benar-benar adil dan nggak memihak. Katanya, dia cuma pengin cari keadilan, bukan drama.

(Farel Rafa fajriansyah/Author Prema) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *