Dari Korban Bullying hingga Penulis Buku: Perjalanan Histika Bangkit dari Luka
Histika Triani Icen, mahasiswi Universitas Terbuka asal Kalimantan Timur, mengubah luka masa lalu menjadi kekuatan dan karya. Dulu dibully, kini menginspirasi.
Kalimantan Timur — Tak semua luka membuat orang runtuh. Sebagian, justru menjadi alasan untuk bangkit. Itulah kisah nyata dari Histika Triani Icen (17), mahasiswi semester 2 Universitas Terbuka, jurusan Sistem Informasi, yang kini tengah memasuki semester 3. Di balik senyum dan prestasinya hari ini, tersimpan masa lalu yang kelam: menjadi korban perundungan berat saat masih duduk di bangku SMP.
Pada tahun 2019, saat ia berada di kelas 8, Histika mengalami bullying fisik dan mental dari teman sekelasnya. “Saya hanya menolak disuruh belanja, tapi berujung diancam dan akhirnya didorong hingga belanjaan saya jatuh. Saya harus mengganti semua itu pakai uang jajan sendiri, dan beberapa hari menahan lapar hanya dengan air,” ungkapnya mengenang.
Kondisi makin memburuk ketika ia mulai mencoba membuat konten di YouTube. Niat baik itu malah menjadi bahan olok-olok. Tak hanya teman sebaya, beberapa guru pun tak memberikan dukungan. Hingga suatu hari, seorang siswa mendorong Histika hingga jatuh ke lantai semen dan menginjak punggungnya. “Itu titik di mana saya benar-benar hancur,” katanya.
Sejak kejadian itu, Histika menarik diri dari keramaian dan lebih banyak menghabiskan waktu dalam diam. Namun, dari sunyi itulah muncul keberanian baru. Ia mulai mempelajari hal-hal kreatif secara otodidak: membuat konten, menulis, dan mengembangkan diri secara perlahan tapi pasti.
Menulis untuk Menyembuhkan
Tak ingin larut dalam trauma, Histika memilih untuk bertumbuh. Salah satu tonggak penting dalam proses penyembuhannya adalah saat ia berhasil menerbitkan buku sendiri sebuah pencapaian yang menjadi simbol bahwa luka pun bisa melahirkan karya.
“Menulis bukan hanya pelarian, tapi cara saya memulihkan diri. Buku ini jadi bukti bahwa saya tidak lagi dikendalikan oleh masa lalu,” ujarnya.
ia aktif sebagai Wakil Ketua Umum Generasi Anti Bullying Batch IV, Duta Content Creator Pelajar Angkatan Terakhir 2023, Publik Speaker Generasi Inspiratif Muda 2024-2025, serta Brand Ambassador kampanye lingkungan. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan nasional seperti Delegasi Youth Ranger Indonesia, Duta Motivasi Pelajar ditahun 2023-2024,dan kini ia dipercaya sebagai co founder di Duta Literasi Emas Indonesia.
Pesan untuk Sesama Korban: Kamu Tidak Sendiri
Melalui kisahnya, Histika ingin menyampaikan pesan penting: korban bullying punya masa depan. Bahkan, mereka bisa tumbuh jauh lebih kuat dan bermakna dibanding para pelaku.
> “Saya tidak ingin membalas. Saya hanya ingin membuktikan bahwa saya bisa bersinar tanpa harus menjatuhkan siapa pun,” tulisnya dalam salah satu unggahan motivasi di media sosial.
Histika kini aktif membagikan pengalaman dan semangatnya kepada sesama pelajar, terutama mereka yang merasa terpinggirkan. “Saya ingin jadi suara untuk mereka yang pernah seperti saya dulu diam, takut, dan merasa tidak berharga.”
Harapan ke Depan
Histika berharap kisahnya bisa membuka mata masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman di sekolah, kampus, maupun komunitas. Ia juga terus mengembangkan diri di dunia literasi, konten digital, dan organisasi kepemudaan.
“Dulu saya hanya gadis yang duduk sendiri di kelas karena takut dibully. Sekarang, saya berdiri sebagai penulis, mahasiswi, dan aktivis muda yang ingin membawa perubahan.”
📝 Penulis: Histika
📍 Editor: Author Prestma
📅 Tanggal: Senin,7 Juli 2025
You’re cool, Sis Histi🫂🥳
Kak, I am proud of you🤗🤗🤗
Wih anak Kalimantan,Keren banget kak,tingkatkan terus kak,jangan nikah ya