Pernahkan terbayangkan ketika mencoba memutuskan untuk hijrah? Mencoba lakukan perubahan? Jangan membayangkan atau sangkut paut soal agama. Padahal hijrah sendiri punya artinya sendiri.
Hijrah itu bukan soal perpindahan diri dari tempat ini atau ke tempat yang lain. Tapi sederhananya, hijrah bisa diartikan sebagai perpindahan hal yang tidak baik, tidak ideal, dari perbuatan buruk, atau kebiasaan lama menuju hal baik atau kebiasaan baik.
Nah, kenapa kita mau berubah? Pasti punya alasannya kan? Misal, mau merubah kebiasaan buruk, mau mencoba hal baik. Melatih diri jadi pribadi yang baru. Nah hal ini juga termasuk hijrah.
Hijrah ternyata punya banyak bentuknya. Misal hijrah fisik, seperti contoh, pindah tempat kerja, tempat tinggal, atau meninggalkan lingkungan toxic. Nah perpindahan yang dilakukan secara sadar ini, mendukung perubahan yang ideal. Agar meninggalkan tempat lama untuk hidup lebih baik di tempat baru.
Ada lagi nih, hijrah mental, seperti melatih diri untuk selalu berpikir positif, ini salah satu contohnya. Ada hijrah spiritual, misal memperbaiki ibadah, mengurangi sifat jelek, atau untuk muslimah ketika akhirnya memutuskan memakai hijab. Ini salah satu bentuk hijrah juga.
Terakhir, ada juga hijrah kebiasaan, seperti mengurangi sifat/kebiasaan jelek. Semua hijrah yang sudah disebutkan tadi, merupakan bagian dari hijrah, yang artinya, orang-orang ini melakukan bentuk perubahan diri. Dari perubahan negatif menjadi positif.
Adapun proses hijrah juga tidak instan. Semua di dunia pasti harus melalui proses, termasuk berhijrah. Proses hijrah itu memerlukan waktu dan bukan waktu yang sebentar. Dan proses inilah membutuhkan kesabaran extra dan disiplin yang tinggi.
Dalam proses hijrah, selain membutuhkan waktu, ada pula banyak rintangan dan tantangan yang ada. Misalnya, ada godaan ingin kembali ke kebiasaan yang lama. Oleh sebab itu, kekuatan hati harus diteguhkan dalam proses panjang hijrah.
Setelah menyadari bahwa proses hijrah itu panjang, tidak instan, butuh disiplin tinggi apapun bentuk hijrahnya, jangan lupa untuk istiqamah dan perpanjang rasa sabar. Kemudian, mulai lakukan evaluasi kecil atau introspeksi untuk mengukur sejauh mana proses hijrah yang dilakukan.
Salah satu dampak yang bisa dirasakan saat melakukan proses hijrah dan perubahan diri ini, adanya batin yang lebih tenang. Hubungan dengan Tuhan, keluarga, diri sendiri bahkan sosial juga perlahan membaik. Ini membuktikan bahwa hijrah yang dilakukan membawa hal positif dan mengarahkan hidup yang semakin berkualitas.
Selain itu, saat melakukan hijrah dan perubahan diri ini, kita bisa merasakan adanya kebahagiaan sejati yang datang dari dalam diri. Kita juga mampu melihat bahwa diri ini juga ikut bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik. Dan ketika diri semakin lebih baik, kita bisa membawa manfaat untuk orang lain.
Penting untuk diingat, proses hijrah dan perubahan diri adalah perjalanan panjang yang abadi. Perjalanan ini merupakan perjalanan seumur hidup yang akan dibawa hingga kita tiada.
Melakukan hijrah sama seperti mengambil langkah yang berani. Tidak perlu hal besar, namun bisa dimulai dari hal kecil. Hal kecil yang tumbuh dengan proses, dan dengan semangat untuk berubah menjadi lebih baik, pasti membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Mari terus kerahkan semangat positif untuk membangun hidup yang berkualitas dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain!
Amelia Novita Gosal/Author Prestma