Peluang dan Tantangan Menulis di Era Digital

Dulu, kertas dan pena menjadi bahan utama untuk menulis, namun, zaman sekarang, kini menulis tidak sebatas di kertas saja. Setelah memasuki dunia digital yang begitu cepat dan berkembang, dunia kepenulisan juga ikut beradaptasi. Dunia Menulis jadi lebih dimudahkan dan mengalami transformasi besar-besaran. Namun apa saja tantangan dan peluang yang dihadapi di dunia digital saat ini?

A. Melihat Peluang Tanpa Batas

  1. Mendapatkan Akses Luas dan Global. Blog, media penerbitan mandiri, media sosial bisa menjadi wadah bagi tulisan agar lebih cepat mendapatkan atensi publik. Audiens yang di era ini memang hidup dalam dunia teknologi akan semakin mudah dan menemukan tulisan yang dipublish. Tidak hanya audiens lokal, dengan memanfaatkan dunia digital, tulisan kita dengan cepat sampai di audiens International. 
  2. Kecepatan dan Interaksi. Publikasi di era ini tentunya jauh berbeda dengan era zaman dulu. Kecepatan teknologi menunjukkan bahwa publikasi tulisan yang ditulis, bisa langsung dipublikasikan bahkan kita bisa mengetahui umpan balik dari para pembaca.
  3. Beragam Format. Di era ini, menulis tidak melulu soal teks saja, namun bisa dikreasikan dengan gambar, audio, poster, infografis serta hal-hal kreatif lainnya. Hal ini dimaksudkan agar tulisan kita lebih mudah dicerna dan diterima audiens serta kemudahan interaksi yang ditawakan di era digital memungkinkan kita mendapatkan umpan balik lebih cepat dan kita menjadi semakin cepat memahami kekurangan atau hal yang perlu dibenahi dalam tulisan.

B. Tantangan yang Perlu Diwaspadai

  1. Perhatian yang Singkat. Meskipun kita bisa menjangkau audiens secara cepat dan luas, namun, perlu diingat generasi sekarang berbeda dengan generasi terdahulu. Antusias mereka cenderung singkat dan pendek. Oleh karena itu, agar tulisan kita bisa diterima, alangkah bijaknya agar meninjau kembali tulisan kita agar ringkas, padat dan tidak perlu bertele-tele.
  2. Lautan Informasi. Setiap harinya, tidak bisa dipungkiri kita juga dibanjiri oleh berbagai ragam konten dan informasi. Tulisan yang kita unggah bisa saja ‘tenggelam’ jika kita tidak bisa menciptakan tulisan dan konten yang unik, original, dan relevan agar menonjol.
  3. Isu Soal Kredibilitas. Kemudahan mempublikasi tulisan menjadi tantangan tersendiri di era digital. Kita juga sebagai penulis dituntut untuk bertanggung jawab terhadap tulisan kita agar menjadi penulis yang kredibel dan mampu memastikan tulisan kita tidak hoax dan mampu dipertanggungjawabkan. 

C. Tips Menulis di Era Digital.

Dengan melihat tulisan kita, berarti kita harus paham siapa audiens kita. Dengan tahu siapa audiens kita, tulisan kita mampu menyesuaikan minat dan kebutuhan mereka. Agar semakin cepat tulisan kita bisa dikenal dan dinikmati audiens. 

Tulisan kita juga harus terus beradaptasi. Misal zaman sekarang, orang orang menulis dengan teknik SEO (Search Engine Optimization) atau menulis dengan kata kunci yang relevan. Ini dimaksudkan agar tulisan kita bisa terindeks di mesin pencarian, seperti google.

Tetap ingat, meskipun ada kemudahan dalam publikasi, kita jangan membiarkan tulisan kita berlalu begitu saja. Jangan malu mengunggah karya di media sosial yang kita punya. Tidak lupa, menulis juga seperti identitas diri. Bangun gaya tulisan yang ‘kita’ banget. Jangan mengikuti gaya kepenulisan orang lain dan bangun identitas kita melalui tulisan.

Amelia Novita Gosal/Author Prestma 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *