Permainan Jadul: Apa Masih Diminati Anak-anak Zaman Sekarang?

Generasi era tahun 1980 hingga 2000 an awal merupakan generasi yang masih akrab dengan aneka permainan jadul. Permainan yang meliputi banyak sekali macamnya seperti bermain kelereng, congklak, petak umpet, bermain layangan dan masih banyak sekali aneka permainan jadul lainnya.

Banyak yang mengatakan generasi mereka ini terbilang cukup spesial. Bermain bersama teman tanpa mengenal waktu, hingga mampu menciptakan persahabatan yang panjang hanya karena sebuah permainan. Tanpa gawai, generasi ini mampu menghabiskan masa kecil mereka dengan memori yang indah.

Namun, seiring waktu berjalan, kehadian teknologi yang juga semakin maju dan canggih mulai menggeser hampir semua permainan jadul ini. Tahun-tahun yang semakin berjalan, hampir semua anak telah beralih dari bermain bersama teman di luar rumah, menjadi individu yang menghabiskan waktu bermain gawai.

Bahkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan penggunaan gawai pada anak usia dini, dengan 37,02% anak usia 1-4 tahun dan 58,25% anak usia 5-6 tahun menggunakan ponsel.Suatu hal yang seharusnya menjadi perhatian kita untuk anak kedepannya.

Dari data diatas, tidak bisa kita pungkiri kekuatan gawai bisa menggeser permainan jadul. Kemudahan akses permainan juga menjadi faktor, bermain di gawai menjadi lebih menarik.

Selain karena kemajuan teknologi, hal yang perlu kita soroti adalah kurangnya lapangan bermain yang aman dan memadai bisa menjadi salah satu faktor mengapa anak anak tidak memiliki minat bermain di luar. Peran orangtua tentu memiliki andil yang besar dalam mengarahkan kebijakan pemakaian gawai yang tepat.

Tentu, meskipun permainan jadul sudah berkurang peminatnya, masih banyak manfaat untuk melestarikan permainan ini, seperti;

1. Melatih koordinasi anak

2. Mengembangkan motorik anak

3. Melatih sportivitas

4. Menjalin interaksi sosial antar anak, dll

Dengan demikian, upaya pelestarian permainan jadul ini masih bisa kita upayakan. Mengenalkan permainan jadul ini bisa dilakukan di sekolah dini, atau mencoba mengawinkan permainan-permainan dengan kegiatan ekstrakurikuler sehingga menciptakan kegiatan yang seru dan positif. 

Peran orang tua dan pemerintah juga menjadi perhatian khusus agar permainan ini bisa terus dilestarikan mengingat kita bisa menciptakan generasi yang tidak bergantung pada gawai. Alangkah indahnya jika bisa melihat banyak anak anak yang bisa bermain permainan ini dengan bahagia sehingga permainan ini tidak menjadi punah dan terus diminati

Amelia Novita Gosal/Author Prestma 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *