Ketika dunia yang masih dikuasai dengan pemikiran bahwa kekuasaan hanya milik laki-laki, sejarah Tiongkok mencatat nama Wu Zetian, yang merupakan seorang perempuan luar biasa yang menembus dinding kekuasaan dan duduk di singgasana tertinggi sebagai kaisar perempuan satu-satunya dalam sejarah Tiongkok.
Wu Zetian bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga cermin dari ambisi dan kontroversi. Ia memerintah dengan tangan besi, namun juga meninggalkan warisan reformasi yang diakui hingga kini.
- Siapa Wu Zetian?
Wu Zetian lahir pada sekitar tahun 624 M di keluarga bangsawan di provinsi Shanxi. Awalnya, ia masuk ke istana Kaisar Taizong sebagai seluruh tingkat rendah. Setelah kematian sang kaisar, ia masuk biara, namun kemudian kembali ke istana sebagai selir dari putra Taizong, yakni Kaisar Gaozong.
Ambisinya tak berhenti di situ. Setelah Kaisar Gaozong jatuh sakit, Wu secara perlahan mengambil alih urusan negara. Pada tahun 690 M, ia secara resmi menyatakan dirinya sebagai seorang kaisar, mendirikan Dinasti Zhou, menggantikan Dinasti Tang.
- Apa yang membut Wu Zetian Kontroversial?
Wu Zetian dikenal cerdas, strategis, dan berani. Namun langkah-langkah yang ia ambil untuk meraih kekuasaan penuh dengan intrik dan pengorbanan kelam.
Ia disebut telah membunuh putranya sendiri dan memfitnah permaisuri agar dirinya bisa naik pangkat di istana. Beberapa sejarawan juga mengatakan bahwa Wu tidak segan menggunakan penyiksaan, eksekusi, dan pengawasan ketat untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Ia membentuk badan rahasia yang mengawasi pejabat tinggi rakyat biasa—demi mempertahankan tahtanya.
Namun, sejarah tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.
- Apa saja Dampak Positif selama masa Pemerintahannya?
Meski penuh dengan kontroversi, masa pemerintahan Wu Zetian justru dianggap sebagai periode stabil dan berkembang.
- Ia memberikan kesempatan kepada rakyat biasa untuk menjadi pejabat, dengan cara memperluas sistem ujian kenegaraan.
- Ia memperkuat posisi perempuan di lingkungan istana.
- Wu juga mendorong pertumbuhan pertanian, pendidikan, dan agama Buddha di seluruh wilayah istana.
- Banyak proyek infrastruktur dan dokumentasi sejarah berkembang pesat di masanya.
- Mengapa Wu Zetian begitu berpengaruh?
Wu Zetian memerintah selama lebih dari 15 tahun sebagai kaisar penuh. Ia tidak sekedar menjadi seorang “Istri Kaisar” atau “pemangku kekuasaan,” tapi juga benar-benar mengendalikan negara dengan otoritas penuh. Dalam budaya patriakial saat itu, keberaniannya melampaui normal sosial yang membatasi peran perempuan saat itu.
Bahkan setelah turun tahta pada tahun 705 M dan meninggal tak lama kemudian, pengaruhnya tetap terasa. Dinasti Tang kembali berkuasa, namun sistem yang ia bangun—seperti reformasi birokrasi—masih dipertahankan.
- Bagaimana cara dunia melihat Wu Zetian saat ini?
Pandangan terhadap Wu Zetian beragam. Sebagaian menyebutnya sebagai simbol kekejaman dan haus kekuasaan, sebagain lain mengaguminya sebagai pemimpin visioner yang membuktikan bahwa perempuan juga bisa memimpin negara besar.
Namun satu hal yang pasti, Wu Zetian mengukir sejarah yang tak bisa dihapus. Ia membuktikan bahwa dalam dunia yang dikuasai oleh laki-laki, seorang perempuan juga bisa memegang pedang kekuasaan—dan menggunakannya untuk membentuk sebuah sejarah.
Kesimpulannya
Wu Zetian bukan tokoh yang sempurna. Ia memiliki bayangan gelap dalam perjalanannya menuju puncak, namun juga meninggalkan jejak terang yang tak bisa dipungkiri. Kisahnya menjadi bukti bahwa perempuan punya kekuatan untuk mengubah sistem, memimpin negara, dan menggores sejarah—meski dengan harga yang tak kecil.
(Fauziyyah Julianni/Author Prestma)