Dalam era informasi yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan membaca dan menulis saja tidak lagi cukup. Literasi kini mencakup pemahaman, analisis, hingga kemampuan menggunakan informasi secara kritis dan bijaksana. Literasi adalah fondasi bagi individu untuk berkembang, berpartisipasi aktif dalam masyarakat, serta menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Secara umum, literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, definisi ini telah berkembang. Menurut UNESCO, literasi meliputi keterampilan kognitif dan sosial yang memungkinkan seseorang berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Mengapa Literasi Penting?
- Meningkatkan Kualitas Hidup : Orang yang memiliki literasi baik lebih mampu membuat keputusan yang rasional dan terinformasi, baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun pekerjaan.
- Mendorong Kemajuan Ekonomi: Tenaga kerja yang melek literasi cenderung lebih produktif, kreatif, dan inovatif.
- Mengurangi Kesenjangan Sosial: Literasi memberi akses yang lebih setara terhadap pendidikan dan peluang hidup.
- Mencegah Disinformasi: Literasi media dan digital membantu masyarakat memilah informasi yang benar dari hoaks.
Awalnya, media dalam ber-literasi bisa kita akses melalui buku ataupun koran. Akan tetapi, saat ini sudah sangat berlimpah media yang bisa akses, seperti media sosial yang penuh dengan informasi yang beredar, berbagai website dan artikel, serta banyaknya aplikasi berbobot yang bisa kita download. Contohnya seperti E-Book (Elektronik Book), di situ sudah banyak sekali buku-buku yang bisa dibaca dan bisa diambil kesimpulannya. Teknologi dan informasi sudah semakin berkembang di sekitar kita, tentunya mudah bagi kita untuk membaca dan melihat semua hal yang kita inginkan.
banyak sekali remaja dan anak-anak, serta pada masyarakat yang memiliki minat baca yang rendah. Di karenakan apa? Hal itu di sebabkan oleh kurangnya edukasi tentang “mencintai buku” sejak kecil. Kerugian yang didapat banyak, diantaranya akan sulit sekali untuk memahami setiap bacaan yang dibaca, sulit menganalisis apa yang dilihat, serta akan bosan (menganggap membaca itu membosankan) dalam membaca buku. Maka, bagaimana caranya untuk menanamkan minat baca pada setiap individu yang tidak terbiasa dengan membaca?
Berikan dorongan atau motivasi yang relevan mengapa harus membaca buku, Berikan fasilitas yang memadai, seperti membelikan sebuah buku untuk dibaca, Bantu untuk mencari tahu tipe buku bacaan yang seperti apa, agar bisa enjoy membacanya, Membiasakan dan konsisten untuk membaca buku, Menyuarakan pendapat mengenai pentingnya membaca buku di masyarakat maupun di media sosial
Namun, apakah hanya dengan mencari, melihat, dan membaca di saat peningkatan teknologi semakin menggila seketika bisa membuat kita menjadi pribadi yang berwawasan luas, beretika, dan beradab? Jawabannya ada pada kalian sendiri. Kalian mau menggunakan teknologi tersebut dengan baik atau tidak, semua pilihan ada pada tangan kalian sendiri. Tapi ingat, setiap langkah yang kalian ambil akan selalu ada resiko di baliknya. Jadi berhati-hati dan bijaklah dalam menggunakan teknologi. Maka dari itu, skill literasi sangatlah penting bagi kehidupan kita dan harus kita punya dalam diri sendiri. Bukan hanya sekadar teknologi, tapi pemahaman dalam belajar apakah kita mengerti betul apa yang dibaca, dalam menganalisis, dalam menerapkan apa yang sudah kita pelajari, dan dalam membuat inovasi, serta dalam bersosialisasi.
(Alika Zanubiya Kasyafany & Fauziyyah Tabina Latif)